Tanggulangi Tingginya Angka Kecelakaan, Satlantas Canangkan Nota Kesepahaman Dengan Pemkab

Diterbitkan Tanggal: 03 / 02 / 17

Kategori: | DAERAH, PENDIDIKAN, POLRI, SOSIAL & BUDAYA |

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Lalu Lintas merupakan urat nadi kehidupan aktifitas di jalan dan memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan ekonomi, menciptakan Keamanan, Ketertiban, Keselamatan dan kelancaran (Kamseltibcar) dalam Berlalu Lintas di jalan raya, selain itu juga merupakan cermin budaya masyarakat.

Berdasarkan data yang dirilis oleh PT Jasa Raharja, Negara – Negara berkembang mengalami kerugian ekonomi akibat kecelakaan lalu lintas sekitar 1 % hingga 2 % dari total pendapatan bersih Neraca WHO. Jumlah korban kecelakaan lalu lintas sekitar 27 ribu jiwa pertahun diperkirakan jumlah ini akan bertambah terus apabila tidak ada upaya bersama instansi terkait, mengingat kecelakaan lalu lintas adalah penyakit Efidemi masayarakat dan hanya dapat ditanggulanginya apabila terdapat program komperhensif yang melibatkan seluruh potensi pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat.

Menyikapi tingginya angka kecelakaan tersebut, Jajaran Satlantas Polres Tanah Datar segera membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Pendidikan tentang Pelarangan dan sanksi mengendarai Kendaraan Bermotor Bagi Siswa SMP.

Bagi pelajar yang tidak mengindahkan sanksinya tidak main-main, polisi akan sita kendaraan sebagai barang bukti, dan usulan ini harus segera ditindak lanjuti oleh pemerintah daerah dan DPRD setempat.

“Aturan ini dibuat karena berbagai alasan, dan kita harap ini menjadi sebuah Perda (peraturan daerah) yang mengikat bagi seluruh SMP di Tanah Datar,” ujar Kapolres Tanah Datar AKBP. Asrul Irfa Hanafi melalui Kasat Lantas AKP. Yulandi Rusadi kepada awak media, Kamis (02/02) di Batusangkar.

Usulan MoU tentang larangan membawa kendaraan bagi pelajar ke sekolah tersebut, mengingat tingginya angka pelanggaran lalulintas dari kalangan pelajar. Tercatat pada tahun 2016 lalu angka kecelakaan dikalangan pelajar meningkat dari pada tahun sebelumnya.

Tidak itu saja, tambahnya, para pelajar juga kerap menjadi korban kecelakaan tertinggi belakangan ini, sehingga dibutuhkan sinergi yang kuat dari semua pihak untuk meminimalkan tingkat kecelakaan di jalan raya oleh pelajar menengah tingkat pertama.

Laporan : Tim Liputan

Editor : Joni Hermanto

(Visited 82 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!