Memiliki Potensi SDA Yang Bisa Dikembangkan, Membuat Tanah Datar Menjadi Kabupaten Terbaik Tingkat Nasional Dalam Pengembangan Industri Rumahan

Diterbitkan Tanggal: 28 / 04 / 17

Kategori: | DAERAH, REDAKSI, Tanah Datar |

Foto : Pemberian bantuan oleh Menteri PPPA RI Yohana Yembise

Foto : Pemberian bantuan oleh Menteri PPPA RI Yohana Yembise

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Dinilai berhasil dalam pengembangan Industri Rumahan Bupati Irdinansyah Tarmizi sampaikan paparan di hadapan Menteri PPPA RI Yohana Yembise yang bertepatan dengan Lounching KLA (Kabupaten/Kota Layak Anak) se Sumatera Barat dan Penandatanganan MoU  Pengembangan Model IR (Industri Rumahan) serta Pengukuhan P2TP2A dan Satgas PPA se Kabupaten Solok di Depan Kantor Bupati Solok Arosuka Rabu (19/04).

Dalam paparan yang disampaikannya Irdinansyah Tarmizi jelaskan bahwa Industri Rumahan merupakan industri usaha mikro dan umumnya memanfaatkan atau menghasilkan produk berupa barang jadi yang memberikan nilai tambah dan dikerjakan di rumah.

Di hadapan Menteri dan Bupati serta Wali Kota se Sumatera Barat itu ia sampaikan rasa syukurnya dan kaget karena Pemerintah Pusat telah menetapkan Kabupaten Tanah Datar masuk 12 kabupaten/kota se Indonesia sebagai daerah yang berhasil dalam Pengembangan Industri Rumahan, jelasnya.

Foto : Paparan Bupati TD, Irdinansyah Tarmizi

Foto : Paparan Bupati TD, Irdinansyah Tarmizi

Lebih lanjut ditambahkannya pembinaan yang telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu itu terhadap Industri Rumahan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan yang produktif, membuka peluang usaha alternatif, mengembangkan industri kreatif serta untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga terutama terhadap kaum perempuan dan anak, pungkas Irdinansyah.

Dipilihnya Kecamatan Sungai Tarab sebagai lokasi Industri Rumahan, ia menjelaskan bahwa kecamatan ini memiliki potensi SDA yang bisa dikembangkan untuk menghasilkan berbagai produk komoditi (seperti kopi, kerupuk ubi dan makanan olahan serta kerajinan tangan lainya), keterampilan masyarakat yang sudah dimiliki secara turun temurun dan juga  merupakan lokasi yang strategis untuk penyanggah program PATBM disamping kecamatan-kecamatan lain di Tanah Datar yang saat ini terus kita lakukan pembinaan, sambungnya.

Seperti dicontohkannya salah seorang pengusaha kerupuk ubi bernama Meri yang awalnya sebagai pekerja pembuat kerupuk dengan penghasilan hanya Rp. 50 ribu perhari, saat ini ia sudah punya usaha sendiri dengan pekerja tiga orang mampu menghasilkan Rp. 500 ribu perhari dan rata-rata perbulannya Rp. 15.000.000,- dan ia pun sudah mampu membeli mobil untuk keperluan berusaha. Kerupuk ubi Meri ini tidak hanya dipasarkan di kota Batusangkar saja namun juga ke daerah luar seperti daerah Sicincin Kabupaten Padang Pariaman.

Hj. Asma Pengusaha Kopi Koto Tuo yang juga satu kecamatan dengan Meri, sebelumnya menghasilkan 200 kg kopi bubuk per minggu saat ini sudah mampu memproduksi kopi bubuk  2 ton perminggu dan dipasarkan ke bagian Utara wilayah Sumatera Barat, dan pekerjanya pun memanfaatkan kaum perempuan lokal, tutur Irdinansyah.

Foto : Menteri PPPA RI Yohana Yembise, foto bersama Bupati

Foto : Menteri PPPA RI Yohana Yembise, foto bersama Bupati

Dari itu ia gambarkan dari kegiatan IR ini penyediaan lapangan kerja terutama bagi kaum perempuan, jika rata-rata 1 IR punya lima pekerja, maka akan dapat diberdayakan lebih kurang 750 orang kaum perempuan, ditambah lagi kelompok-kelompok lain yang tumbuh dan berkembang karena melihat keberhasilan pelaku IR ini, terangnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam sambutannya sampaikan ucapan selamat dan beri apresiasi kepada Pemerintah Daerah Tanah Datar karena terbaik di Sumatera Barat dan Tampil di Tingkat Nasional sebagai pelaksana Industri Rumahan. Kepada kabupaten dan kota lain ia berharap dapat melihat keberhasilan yang diraih Tanah Datar ini, dan dapat pula diterapkan di kabupaten dan kota masing-masing, jelasnya.

Menanggapi kegiatan IR, Nasrul Abit himbau kepada kaum perempuan untuk memanfaatkan potensi yang ada sehingga permasalahan kekerasan dalam rumah tangga bisa diatasi dengan adanya aktifitas dan usaha bagi kaum perempuan terutama ibu ibu dan maupun yang janda.

Sementara itu Menteri PPPA-RI  Yohana  Yambise  ketika berikan sambutan juga apreseasi Pemkab Tanah Datar karena berhasil dalam membina IR dan Kabupaten Solok sebagai tempat launching Kabupaten Kota Layak Anak. Pencanangan yang saat ini kita launching bersama kabupaten kota lain se- Sumatera Barat  jangan kita anggap acara seremonial belaka namun benar benar diterapkankan, pungkas Yohana.

Sumber : Humas Pemda TD

(Visited 74 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!