Dituduh Menghamili Seorang Perempuan, Walikota Bukittinggi Lapor Polisi

Diterbitkan Tanggal: 17 / 05 / 17

Kategori: | Bukittinggi, NEWS, TODAY |

walikota-bt

SUMBAREXPRESS, BUKITINGGI – Tidak terima dituduh menghamili seorang perempuan, Walikota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias melaporkan orang tak dikenal (OTK) ke polisi. Laporan disampaikan langsung Walikota ke Polres Bukittinggi Senin(15/5).

Walikota yang didampingi Kabag Hukum Isra Yonza dan Kabag Humas, Yulman kepada petugas menyebutkan dirinya telah difitnah melalui SMS dari beberapa nomor yang pemiliknya tidak dikenal.

Ia juga memperlihatkan dan menyerahkan SMS berisi fitnah itu ke petugas.

Dikutip dari beberapa pemberitaan media online, perbuatan itu dikaitkan dengan pelantikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi Yandra Verry putra asal Birugo, Bukitinggi yang diinformasikan bermental kurang baik, seperti suka bermain judi dan mabuk-mabukan. Menurut Ramlan ia dituduh mengangkat Verry sebagai Kadis DKK karena takut perbuatan asusilanya yang telah menghamili seorang perempuan asal Birugo, Bukitinggi akan terbongkar.

Tuduhan itu dikatakan Ramlan ia terima melalui pesan singkat terakhir yang mendarat ke telpon selulernya pada Minggu (15/5), dalam SMS itu menyatakan bahwa pengangkatan Kepala Dinas Kesehatan yang baru, dikarenakan Walikota takut kepada orang Birugo, karena Walikota punya kesalahan dengan tuduhan Walikota pernah menghamili seorang wanita di daerah Birugo.

“Menerima pesan singkat seperti itu dari tiga nomor yang berbeda, maka saya tidak terima dengan tudingan tersebut, karna ini sudah mencemarkan nama saya. Bahkan tudingan yang saya terima melalui SMS itu juga dikirim oleh pelaku kepada orang lain, sehingga tudingan tersebut menyebar,” tukasnya.

Rabu (17/5) saat SumbarExpress.com mencoba mengkonfirmasi kembali kepada Walikota Ramlan, namun Ramlan tidak menggubris panggilan telepon dan pesan What’sApp yang dilayangkan SumbarExpress.com.

Sementara itu Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana, SIK membenarkan terkait laporan Walikota.

Kapolres mengatakan bahwa Walikota melaporkan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui ITE, untuk terlapornya masih dalam penyelidikan pihaknya.

Setelah menerima laporan, langkah pertama penyidik melakukan gelar perkara, kemudian membuat surat perintah tugas penyelidikan. Di karenakan ini berkaitan dengan ITE maka penyidik akan berkoordinasi dengan unit Cyber Crime Polda Sumbar atau Bareskrim untuk melacak pemilik nomor HP yang di telah mengirim SMS ke Walikota.

“Gelar perkara sudah kita lakukan kemarin (16/5), selanjutnya kita akan memanggil saksi – saksi yang di maksud dalam laporan polisi tersebut” Pungkas Kapolres kepada SumbarExpress.com Rabu (17/5).

Laporan : Tim Liputan

Editor : Joni Hermanto

(Visited 222 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!