Dalam Sehari Melakukan 2 Kali Penangkapan, Kapolres Tanah Datar : Masyarakat Mempunyai Hak Dan Tanggung Jawab Dalam Pencegahan Dan Penyalahgunaan Narkoba

Diterbitkan Tanggal: 11 / 06 / 17

Kategori: | DAERAH, POLRI, SUMBAR, Tanah Datar |

2 orang tersangka dan barang bukti

2 orang tersangka dan barang bukti

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Dalam satu hari yakni, Jum’at (10/6) Sat Intikal dan Sat Narkoba Polres Tanah Datar melakukan penangkapan terhadap dua sindikat dengan 4 tesangka pengedar sabu dan ganja dari 2 tempat yang berbeda.

Informasi yang berhasil dihimpun SumbarExpress.com, penangkapan pertaman dilakukan di Jorong Simpuruik, Nagari Simpuruik, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar pada pukul 17:20 WIB, dalam penangkapan itu turut diamankan 2 orang tersangka yaitu, Agus Bianto (45) warga Simpuruik, dan David Ramli atau David Bule (39). Agus adalah seorang DPO dan residivis untuk kasus yang sama, sementara David diduga masih berstatus Warga Negara Asing (WNA), dan dari tangan kedua tersangka turut diamankan barang bukti 2 paket kecil narkotika jenis sabu, 2 paket daun ganja kering dan alat hisap sabu (bong).

Pengnangkapan kedua, pukul : 23:00 WIB Sat Narkoba Polres Tanah Datar kembali melakukan penggerebekkan di Jorong Ampera, Nagari Balai Tangah dan Jorong Padang Laweh, Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. Dari penggerebekkan tersebut petugas berhasil meringkus Yondri (21) dengan barang bukti 1 paket sabu ukuran 1 gram, dan Riki Adrio (35) dengan barang bukti 4 paket besar sabu, 1 paket kecil sabu, 1 paket sabu sisa pakai, total sekitar 12 gram sabu, 1 Timbangan Digital, 1 sendok sabu dan 1 alat hisap sabu (Bong).

Pengakapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan keberadaan kedua tersangka. Dari informasi itu polisi lalu memancing tersangka dengan berpura melakukan trnasaksi narkoba terhadap kedua tersangka.

Kapolres Tanah Datar AKBP Bayuaji Yudha Prajas membenarkan penangkapan terakhir yang mengamankan dua pengedar narkoba tersebut. Saat ini, keduanya sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh petugas.

“Keduanya kita amankan dari waktu yang bersamaan. Keduaya meruapakan target oprasi kita,” terangnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka diancam Undang-undang Narkotika Pasal 114 ayat 2 subsider pasal 111 ayat dua dan pasal 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

Pada kesempatan ini Kapolres menambahkan, bahwa permasalah narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga terkait seperti Polisi dan BNN saja, melainkan tanggung jawab kita bersama untuk mencegah dan memberantas narkoba.

Dengan adanya kolaborasi antara masyarakat, penegak hukum dan pemerintah dalam menangani masalah-masalah narkoba, otomatis potensi membantu generasi muda dalam menghindari penyalahgunaan narkoba dapat terlaksana dengan baik.

“Sebagai masyarakat Indonesia tentu kita tidak ingin melihat generasi muda hancur akibat narkoba, untuk itu perlu adanya strategi yang kompleks dalam menghacurkan ancaman-ancaman serius tersebut. Sebagaimana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2011 pasal 105, bahwa masyarakat mempunyai hak dan tanggung jawab dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Presekursor Narkotika”, imbuhnya.

 

Laporan : Tim Liputan

Editor : Joni Hermanto

(Visited 245 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!