Lolos Dari Kejaran Debt Colector, Seorang Tukang Ojek Yang Nekat Ngedarin Sabu Untuk Bayar Cicilan Motor Tak Berkutik Diciduk Polisi

Diterbitkan Tanggal: 01 / 08 / 17

Kategori: | DAERAH, POLRI, Tanah Datar |

Tersangka Dan Barang Bukti Yang Berhasil Diamankan

Tersangka Dan Barang Bukti Yang Berhasil Diamankan

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Anggota Satnarkoba Polres Tanah Datar yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP. Bayuaji Yudha Prajas, SH membekuk 4 pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Senin (31/7) pukul 16 : 30 WIB. Penangkapan keempatnya diawali dibekuknya Agus Pribadi alias Agus Guru (31), warga Jorong Mandahiling, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, dan Eki Yulianto Dwi Saputra (23), warga Jorong Lantai Batu, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar.

Kedua pelaku dibekuk Jorong Simpuruik, Nagari Simpuruik, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar.

Dari keterangan keduanya, petugas yang menyamar sebagai pembeli kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya dapat menangkap 2 pelaku lainnya, yaitu Dian Saputra alias Ucok (32) warga Jorong Simpuruik, Nagari Simpuruik, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, dan seorang tukang ojek bernama Akhnas alias As (41) warga  Jorong Nan Ampek, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar.

Bono (42), rekan As sesama tukang ojek yang biasa mangkal di Tanjung Emas menuturkan bahwa As nekat mengedarkan sabu karena harus melunasi cicilan sepeda motor miliknya yang biasa dipakai ngojek yang sudah 3 bulan menunggak.

“Dia (As) sudah 2 hari gak kepangkalan karena dicari-cari Debt Colector, soalnya sudah 3 bulan cicilan motornya gak dibayar. Colector gak berhasil nemuinnya, eh malah polisi yang nangkapnya”, Tutur Bono Kepada SumbarExpress, Selasa (1/8).

“Dari tangan pelaku kita amankan sabu-sabu seberat 15,15 gram yang dibagi dalam 11 Paket terdiri dari 2 paket besar dan 9 paket kecil, serta  1 unit timbangan digital dan Alat hisap Sabu (Bong).
Keempat pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) dan 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” jelas Kapolres AKBP. Bayuaji. (**)

Laporan : Tim Liputan

Editor : Joni Hermanto

(Visited 84 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!