Tamu Undangan Kelaparan Ditengah Resepsi Hut Ri Ke 72

Diterbitkan Tanggal: 18 / 08 / 17

Kategori: | DAERAH, REDAKSI, Tanah Datar |

Tipe-Tipe-Tamu-Undangan-Yang-Kelaparan-Saat-Di-Acara-Pernikahan-620x330

Ilustrasi

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Saat memutuskan untuk menggelar sebuah resepsi, tentu kenyamanan bagi para tamu harus menjadi sebuah prioritas. Hal ini memang tidak bisa dianggap sepele, karena tamu undangan telah meluangkan waktu dan tenaga mereka untuk hadir. Karena itu penting untuk menunjukkan rasa apresiasi dengan menciptakan suasana acara yang menyenangkan dan berkesan bagi para undangan, termasuk menjamunya dengan makanan dan minuman yang patut dan layak disediakan.

Sesuai yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), devinisi resepsi adalah perjamuan resmi untuk menerima Tamu. Tapi suasana malam resepsi perayaan HUT RI Ke 72 di Indojolito (Rumah Dinas Bupati) Tanah Datar Kamis (17/8) sangat tidak relevan dengan devinisi resepsi yang sesungguhnya, tamu undangan diminta hadir tepat pukul 20:00 WIB yang terdiri Forkopimda Kabupaten Tanah Datar, para pimpinan instansi vertikal, serta peserta Paskibra hanya disuguhi teh dan kopi tanpa ada makan malam (Dinner) yang lazimnya ada disetiap resepsi, hal ini diungkapkan salah seorang tamu undangan yang enggan disebut identitasnya. Tamu undangan yang merupakan pejabat dari salah satu instansi vertikal ini mengatakan dirinya dan tamu undangan lain sengaja tidak makan malam di rumah karena akan menghadiri respsi yang lazimnya disediakan makan malam, namun sesampainya di tempat resepsi digelar tidak ada makanan yang disediakan, bahkan banyak diantara tamu undangan yang masuk angin, sehingga dengan terpaksa meninggalkan resepsi setelah hadir sebentar untuk mencari makan.

“Undangan kecewa, makanya banyak yang pergi setelah hadir sebentar. Yang namanya resepsi lumrah disediakan makanan atau dinner karena dimana saja resepsi yang diundang sengaja untuk tidak makan malam/dinner di rumah masing-masing untuk menghargai tuan rumah. Ternyata makanan tidak ada, kita hanya disuguhi teh dan kopi, banyak yang masuk angin dan cari makan ke luar”, tuturnya kepada SumbarExpres, Jum’at (18/8).

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemda Tanah Datar Drs. Nofenril saat dikonfirmasi via seluler membantah pihaknya hanya menyuguhi tamu undangan hanya dengan teh dan kopi. Dirinya mengatakan bahwa sesuai surat permohonan yang diajukan seksi acara, selain teh dan kopi pihaknya juga menyediakan Box Snack (snack kotak) sebanyak 300 kotak.

“Tidak benar bahwa kita hanya menyediakan teh dan kopi untuk para tamu undangan, kami menyiapkan kosumsi para tamu sesuai dengan permintaan menu yang diajukan oleh seksi acara, yang mana dalam surat permohonan yang ditanda tangani oleh ibu Elizabet mengajukan permohonan untuk disediakan menu teh dan kopi serta snack kotak dan itu sudah kami siapkan”, terang Nofenril Jum’at (18/8) pagi.

Saat dilakukan wawancara terpisah dengan seksi acara Elizabet, ia tidak membantah bahwa menu yang disiapkan itu adalah sesuai dengan permohonan yang ia ajukan melalui Kabag Umum. Menurutnya, selain pertimbangan episiensi, menu yang ia ajukan itu sudah sesuai dengan standar acara yang ia selenggarakan. (**)

Laporan : Tim Liputan

Editor : Joni Hermanto

(Visited 121 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!