Aliri Lahan Warga Dengan Sutet, PLN UPKJS-3 Bukittinggi Belum Lakukan Pembebasan

Diterbitkan Tanggal: 26 / 08 / 17

Kategori: | Bukittinggi, DAERAH, REDAKSI, SOSIAL & BUDAYA, Tanah Datar |

Ilustrasi

Ilustrasi

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Persoalan ganti rugi lahan dan tanaman untuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Kiliranjao – Payakumbuh kepada masyarakat Nagari Lintau Buo berbuntut panjang. Masyarakat yang lahannya terkena dampak pembangunan jaringan sutet merasa dirugikan oleh pihak PLN dikarenakan ganti rugi yang tidak sesuai. Hal ini disampaikan oleh N.Indra Gunalan mantan walinagari Tigo Jangko yang merupakan saksi dan perwakilan masyarakat Lintau Buo bahwa PLN Rayon Bukittinggi sudah mengingkari janji untuk pelunasan ganti rugi lahan penduduk.

“Semasa saya menjabat Walinagari di Tigo Jangko dulu pernah menyampaikan kepada pihak PLN Bukittinggi agar ganti rugi dari hulu ke hilir jangan ada perbedaan, namun kenyataannya lain. Pembayaran tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat oleh PLN dan masyarakat. Pembayaran ganti rugi belum terealisasi hingga 98%. Hanya beberapa orang saja yang sudah, itupun tidak sesuai aturan dengan yang sudah disepakati. Contoh,untuk pohon karet yang kecil disepakati Rp 500.000/batang, menengah Rp 750.000/batang, dan yang besar Rp 1.500.000/batang, namun masyarakat rata-rata hanya menerima Rp 300.000 perbatang”, ujar Indra Jum’at (25/8) kepada SumbarExpress

Bahkan, masih menurut Indra, pihaknya bersama beberapa masyarakat sudah mengupayakan hingga ke Pemda Tanah Datar, dan sudah dimediasi oleh Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dengan melayangkan surat ke PLN UPKJS-3 Bukittinggi, namun hingga saat ini PLN belum menggubrisnya. Bukan Cuma itu, masyarakat Lintau Buo pun sudah pernah menemui pihak PLN Unit Induk Pembangunan II di Medan, namun janji PLN tidak juga direalisasi. Sehingga Senin (21/8), beberapa rombongan masyarakat Lintau Buo kembali meminta Bupati untuk mediasi dengan pihak PLN.

“Selain itu, ada dugaan pelanggaran SOP PLN kepada masyarakat Lintau Buo dan Pemda Tanah Datar. Rabu (9/8), pihak PLN diduga telah mengalirkan listrik melalui jaringan sutet yang saat ini bermasalah, tanpa adanya pemberitahuan kepada Pemda Tanah Datar dan masyarakat Lintau Buo, hingga menyebabkan ledakan dan terbakar. Sampai saat ini masyarakat Lintau Buo yang lahannya dilalui sutet sangat takut untuk beraktifitas. Sudah berapa kerugian kami. Harapan kami agar masalah ini segera diselesaikan melalui mediasi oleh Pemda Tanah Datar, karena kami perlu kejelasan dari pihak PLN.”tutur mantan Walinagari Tigo Jangko itu

Ketika hal ini di konfirmasikan ke pihak PLN UPKJS-3 yang beralamatkan Jl.Batang Agam No 5 Belakang Balok Bukittinggi.

Rizal salah satu staf ADM mengatakan bahwa pimpinannya tidak ada ditempat dan dirinya tidak berwenang untuk memberi keterangan.”Maaf Pak, pimpinan kami lagi ke Medan. Walaupun saya tau jawabannya, namun dalam persoalan ini bukan kapasitas saya untuk bicara, silahkan tulis statement saya ini”, ketus Rizal kepada awak media dengan mimik wajah yang tidak bersahabat.

 

Laporan : Tim Liputan

Editor : Joni Hermanto

(Visited 45 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!