Tangkal Isu Peredaran Pil Pcc, Polres Tanah Datar Lakukan Upaya Pre Emtif, Preventiv Dan Refresif

Diterbitkan Tanggal: 14 / 09 / 17

Kategori: | DAERAH, POLRI, Tanah Datar |

pil-pcc_20170914_143133

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Guna mengantisipasai peredaran pil PCC di wilayah hukum Polres Tanah Datar, Kapolres dan jajarannya melakukan upaya pre emtif, preventiv dan refresif.

Demikian dikatakan Kapolres Tanah Datar, AKBP. Bayuaji Yudha Prajas, SH dalam keterangan tertulisnya terkait peredaran pil Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) yang telah merengut korban jiwa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Upaya pre emtif, berupa memberikan imbauan atau sosialisasi kepada seluruh pelaku usaha di bidang farmasi untuk tidak menjual atau memberikan kepada siapapun tanpa dilengkapi dengan resep dokter.

Karena, obat tersebut mengandung sediaan farmasi dalam daftar obat keras (G) hanya diperuntukkan oleh orang yang direkomendasikan oleh dokter dalam kapasitas kondisi kesehatan pasien, tulis Kapolres, Kamis, (14/9/2017).

Selain itu, Kapolres menjelaskan, terkait obat ini, pihaknya juga akan melakukan penertiban terhadap pelaku usaha di bidang farmasi dan obat-obatan untuk tidak melakukan jual beli obat yang termasuk dalam daftar G tanpa mempedomani ketentuan UU Kemenkes tentang obat-obatan sebagai bentuk upaya preventiv.

“Sebagai upaya preventiv, kita akan melakukan penertiban terhadap pelaku usaha farmasi,” jelasnya. Akan tetapi, Bayuaji menegaskan, pihaknya juga akan mengambil tindakan represif sebagai bentuk penegakan hukum.

“Upaya refresif akan kita ambil guna melakukan penegakan hukum terhadap setiap orang yang melakukan penyalahgunaan obat – obatan tanpa izin sesuai UU Kemenkes,”tegasnya.  Orang nomor satu di jajaran Polres Tanah Datar ini menyebutkan, hingga saat ini, pihaknya belum menemukan adanya peredaran obat  PCC di wilayah hukum Polres Tanah Datar.

“Namun demikian, pihaknya tetap melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya peredaran obat tersebut di wilayah hukum Polres Tanah Datar,” sebutnya.

Oleh sebab itu, mantan pilot Polisi Udara ini mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi kepada kepolisian terkait peredaran obat tersebut.

“Diimbau kepada masyarakat yang mengetahui adanya peredaran obat PCC tersebut dapat memberikan informasi ke kantor polisi terdekat  guna dilakukan penindakan,” imbuhnya.

Sebelumnya, satu orang meninggal dunia dan 42 orang dirawat di rumah sakit di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara akibat mengkonsumsi pil PCC.

Oleh sebab itu, saat ini pihak BNN dan Kepolisian setempat sedang melakukan penyelidikan terkait obat tersebut, demikian juga halnya dengan Polda Sumbar dan seluruh jajaran juga tengah melalukan penyelidikan terkait peredaran obat tersebut di wilayah hukumnya. (^)

Laporan : Tim

Editor : Joni Hermanto

(Visited 55 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!