“Pekan Himbauan Dan Penyuluhan Tertib Berlalu Lintas, Sat Lantas Polres Tanah Datar Lakukan Penyuluhan Ke Sekolah”

Diterbitkan Tanggal: 10 / 10 / 17

Kategori: | POLRI, Tanah Datar |

SumbarExpress

SumbarExpress

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Pendidikan keselamatan berlalulintas tak henti-hentinya digaungkan Polantas di Indonesia. Hal tersebut dilakukan guna mengingatkan dan menanamkan budaya keselamatan berlalulintas masyarakat Indonesia. Sehingga, tidak hanya angka kemacetan dan kecelakaan yang dapat ditekan, namun juga mampu menumbuhkan budaya disiplin dalam berlalu lintas.

Satlantas Polres Tanah Datar melakukan sosialisasi dan penyuluhan keselamatan berlalulintas kepada ratusan pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Tanah Datar.

Adapun sekolah yang dikunjungi adalah SMA 1 Sungayang, SMP 1 Sungai Tarab, SMA 1 Sungai Tarab, dan SMA 1 Pariangan.

Kasat Lantas Polres Tanah Datar AKP Yulandi Rusady, SH mengatakan, Sosialisasi dan penyuluhan keselamatan berlalulintas di kalangan pelajar ini merupakan upaya dalam memberikan pemahan mengenai UU no.22 tahun 2009 serta menanamkan kesadaran pentingnya mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

”Sosialisasi ke kalangan pelajar ini menjadi bagian da­lam pemahaman lalu lintas yang tertuang di undang-undang no.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara sejak dini secara otomatis akan menumbuhkan budaya disiplin berlalu lintas,” ujar AKP Yulandi, Senin (9/10/).

Rata-rata pelajar SMP masuk dalam usia rawan resiko kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, pembekalan mengenai kedisiplinan pun diberikan agar meningkatkan kesadaran para siswa terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.

”Usia 17-24 tahun apalagi usia dibawahnya adalah usia rentan resiko kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kami juga memberikan pembekalan untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesasadaran penting­nya keselamatan berlalu lintas kepada kalangan pelajar SMA khususnya di Tanah Datar ini” jelasnya.

Peran sekolah dan orangtua sangat dibutuhkan dengan membuat peraturan yang melarang siswanya membawa kendaraan bermotor ke sekolah sebelum memiliki SIM. Para orangtua hendaknya mengawasi anaknya agar tidak mengendarai sepeda motor atau mobil di jalan raya sebelum berusia 17 tahun dan membuat SIM. (***)

Laporan : Tim

Editor : Joni Hermanto

(Visited 56 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!