Mobil Bergoyang Digerbek, Dokter Muda Dan Mahasiswi Diciduk Pol PP

Diterbitkan Tanggal: 12 / 10 / 17

Kategori: | Bukittinggi, REDAKSI |

Oknum dokter RK dan Pasangannya DT Saat diintrogasi Petugas

Oknum dokter RK dan Pasangannya DT Saat diintrogasi Petugas

SUMBAREXPRESS, BUKITTINGGI – RK (24 Tahun) Seorang dokter muda dan mahasiswi kebidanan di Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat, tertangkap basah berbuat mesum di dalam mobil saat parkir di samping kantor Satpol PP Bukittinggi Rabu (11/10) malam. Kepada petugas pasangan ini mengaku khilaf dan tidak menyadari ternyata sedang memarkirkan mobil di samping kantor Satpol PP.

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Bukittinggi Drs. Syafnir, MN kepada SumbarExpress.com Kamis (12/10). Peristiwa berawal dari kecurigaan anggota Satpol PP yang melihat sebuah mobil terparkir dengan kondisi mesin menyala namun pengemudi dan penumpangnya tak kunjung turun. Anggota Satpol PP itu semakin curiga karena setelah beberapa menit mobil terlihat bergoyang.

Benar saja, di dalam mobil ternyata pasangan RK (24) dan DT (23), sedang asyik endehoi. RK diketahui warga Padang Timur, Kota Padang, merupakan dokter muda (koas) di Puskesmas, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Sedangkan DT merupakan warga Jambi, mahasiswi kebidanan salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di Bukittinggi.

“Saat disergap mereka mau melarikan diri tapi karena pintunya bisa dibuka, kuncinya langsung diambil oleh anggota saya. Dia (si pria) mengaku dokter muda di Rumah Sakit Umum Batusangkar dan pasangannya mahasiswi kebidanan di sini,” ujarnya Drs. Syafnir, Kamis (12/10) pagi.

Gagal kabur, dokter muda itu mencoba merayu petugas dan beberapa kali minta damai. Namun petugas tetap memproses keduanya sebagai pelaku pelanggar peraturan daerah (perda) untuk memberi efek jera dan menjadi pelajaran bagi warga lainnya.

Sesuai Perda Kota Bukittinggi Nomor 3/2015 Tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum, pasangan muda-mudi ini terancam membayar biaya penegakan perda masing-masing Rp1 juta dan membuat surat keterangan untuk tidak kembali melakukan perbuatan serupa.

Sementara itu, pengakuan dokter RK dibantah oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hanafiah Batusangkar, Dokter Afrizal Hasan. Menurut Afrizal RK bukanlah dokter di RSUD, melainkan dokter di Puskesmas Kecamatan Pariangan.

“Dia (dokter RK) bukan anggota saya ya, melainkan dia dokter di Puskesmas Pariangan. Hubungi saja Kadiskes untuk informasi lebih jelasnya”, Imbuh Afrizal.

Saat dihubungi SumbarExpress via selulernya Kepala Dinas Keshatan Kabupaten Tanah Datar Dokter Ermon Reflin membenarkan perbuatan yang dilakukan dokter RK. Ermon menegaskan bahwa RK adalah dokter inferensif wahana yang yang ditempatkan di Puskesmas Pariangan dan pengawasannya langsung dibawah Kementrian Kesehatan, dan dirinya hanya bisa membuat berita acara untuk kemudian melaporkannya ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat.

“Saya sudah panggil yang bersangkutan, dihadapan saya yang bersangkutan mengakui bahwa ia dan DT sedang dekat namun statusnya belum berpacaran. Setelah menjemput DT dari tempat kos-nya RK membawanya Kebelakang Balok (Samping Kantor Pol PP). Saat sedang bermesraan, tiba-tiba ia diciduk Pol PP. Untuk berita acara sudah selesai saya buat, untuk selanjutnya saya kirim ke Provinsi dan nanti tim koordinator etik yang akan menindak lanjutinya. Tandas Ermon, Kamis (12/10).

Laporkan : Joni Hermanto

Editor : Joni Hermanto

(Visited 245 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!