Untuk Lolos Dari Ancaman Hukuman Yang Lebih Berat, Tersangka Cabul Mengaku Akui Perbuatan Yang Tidak Pernah Ia Lakukan

Diterbitkan Tanggal: 24 / 10 / 17

Kategori: | POLRI, SOSIAL & BUDAYA |

FM, tersangka cabul yang mengaku akui perbuatan yang tidak ia lakukan

FM, tersangka cabul yang mengaku akui perbuatan yang tidak ia lakukan

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – FM (27) pemuda pengangguran warga Pasir Jaya, Nagari Tigo Koto, Kecamatan Rambatan, Tanah Datar, harus mendekam dibalik jeruji ruang sel tanahan Polsek Rambatan, Polres Tanah Datar karena disangkakan telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap 2 orang anak dibawah umur, sebut saja Gita (7) dan Monica (8) keduanya warga Polong Dua, Kec. Rambatan, Kab. Tanah Datar.

Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara menanti tersangka FM karena dijerat melanggar pasal 82 UU No 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak.

Meskipun sudah mengakui semua perbuatannya dihadapan penyidik, sehingga dilakukan penahanan, namun saat di temuai awak media SumbarExpress.com diruang tanahan sel Polsek Rambatan, tersangka FM memberikan pengakuan yang berbeda dan mengejutkan.

Sambil berbisik agar tidak didengar petugas piket, kepada SumbarExpress tersangka FM membantah semua tuduhan pencabulan yang dialamatkan terhadapnya, menurutnya, ia terpaksa mengakui kepada penyidik agar ia tidak dijerat dengan undang-undang penyelahgunaan dan penyebaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

“Sebenarnya kasus saya itu bukan cabul, tapi saya pemakai dan pengedar narkoba jenis shabu, cuma karena saya ditangkap atas tuduhan cabul, jadi saya akui saja agar kasus narkoba saya tidak terkuak,” bebernya kepada SumbarExpress Minggu (22/10).

Lebih spesifik tersangka FM menjelaskan kronologi ia dituduh melakukan pencabulan. Menurutnya Sabtu (21/10) sekira pukul : 13:00 WIB saat itu ia sedang memakai sabu di kamar mandi Mesjid Taqwa Baringin, Jorong Pasir Jaya, Kec. Rambatan, Kab. Tanah Datar. Mungkin karena ia sakau singga gerak geriknya mencurigakan dan mengundang perhatian Gita untuk mengintipnya dari balik kamar mandi.

“Saya kesal karena anak itu mengintip saya lagi make sabu, sehingga saya kejar dia keluar dan saya bentak sampai menangis, trus ngadu ke orang tuanya bilang saya mengerayangi tubuhnya, padahal saya sentuhpun enggak,” tuturnya.

Tersangka FM kembali melanjutkan, setelah membuat Gita menangis dan pergi pulang meninggalkannya, tiba-tiba tersangka FM mendapat telpon dari seseorang yang memesan sabu dan minta diantar ke Puncak Pas.

Untuk menghindari kecurigaan orang lain, tersangka FM lalu membawa Monica berboncengan naik sepeda motor dengannya menghantarkan sabu ke pemesan yang sudah menunggu di Puncak Pas.

Setibanya di Puncak Pas, FM lalu menyuruh Monica memberikan paket sabu ke tangan pemesan, setelah itu FM kembali pulang menggunakan sepeda motor sambil membonceng Monica.

“Begitu saya sampai dirumah, massa bersama orang tua Gita sudah ramai menghadang saya dan hendak menghakimi saya karena saya dituduh sudah mencabuli Gita dan Monica, sampai akhirnya polisi datang dan membawa saya kesini (Polsek Rambatan),” ungkap FM.

Tersangka FM mengatakan, bahwa sampai saat ini polisi tidak tahu kasus ia yang sebenarnya, yaitu sebagai pemakai dan pengedar sabu.

“Biarlah saya masuk penjara karena dituduh melakukan cabul daripada masuk penjara karena mengedar sabu, hukumannya bisa lebih berat lagi,” tutupnya.

Mendengar pengakuan tersangka yang mengejutkan itu, SumbarExpress.com langsung menyampaikannya ke Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajas, SH untuk mendapatkan konfirmasi.

Mendapat penjelasan seperti itu, Kapolres sontak kaget dan mengatakan akan meminta Kapolsek dan jajarannya untuk menelusuri pengakuan tersangka itu, jika terbukti tersangka bisa dijerat pasal berlapis, selain disangkakan melakukan tindak pidana pencabulan, tersangka juga dijerat undang-undang no. 22 tahun 1997 tentang Narkotika dan Undang-undang no. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

“Terimakasih informasinya, nanti saya akan intruksikan Kapolsek dan jajaran Resnarkoba untuk menindaklanjuti dan menelusiri pengakuan tersangka ini, yang jelas informasi ini sangat membantu kita,” kata Kapolres kepada SumbarExpress.com minggu (22/10) melalui sambungan telpon.

Laporan : Joni Hermanto

Editor : Joni Hermanto

(Visited 996 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!