Menghayati Keteladanan Kapolres, Masyarakat Inginkannya Jadi Bupati Pasbar

Diterbitkan Tanggal: 16 / 11 / 17

Kategori: | DAERAH, POLRI, REDAKSI, SOSIAL & BUDAYA, SUMBAR |

Kapolres Pasbar AKBP Iman Pribadi Santoso, S. Ik (dua dari kanan), Ketua DPRD Pasbar H, Daliyus. K (dua dari kiri) dan Kabag Sumda Polres Pasbar Kompol Muddasir, SH (kiri) serta Timkes dari Padang saat meninjau pelaksanaan operasi katarak di Mapolres Pasbar.

Kapolres Pasbar AKBP Iman Pribadi Santoso, S. Ik (dua dari kanan), Ketua DPRD Pasbar H, Daliyus. K (dua dari kiri) dan Kabag Sumda Polres Pasbar Kompol Muddasir, SH (kiri) serta Timkes dari Padang saat meninjau pelaksanaan operasi katarak di Mapolres Pasbar.

SUMBAREXPRESS, PASAMAN BARAT – “Setiap kalian adalah pemimpin dan tiap pemimpin  pasti akan dimintai pertanggungjawabannnya” HR. Bukhori. Jadi tak seorangpun didunia ini lepas dari tanggung jawab kepemimpinan, paling tidak menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.

Hal itu disadari betul oleh Kapolres Pasaman Barat (Pasbar) AKBP. Iman Pribadi Santoso, S. Ik. Bagi Iman kepemimpinan bukan keistimewaan, tetapi adalah tanggung jawab serta keteladan berbuat dan bertindak sebagai pengabdiannya terhadap masyarakat.

Sebagai bentuk pengabdiannya, selain aktif menyapa dan berbaur dengan semua lapisan masyarakat, dengan biaya pribadi mantan Kasat Lantas Polresta Bekasi, Polda Metro Jaya itu banyak membantu membenahi pembangunan beberapa mesjid di Kabupaten Pasaman Barat yang terbengkalai karena ketiadaan anggaran.

Tak sampai disitu, beberapa waktu lalu puluhan warga Pasaman Barat yang menderita penyakit katarak menjalani operasi secara gratis di Mapolres Pasaman Barat. Biaya operasi seluruhnya ditangggung oleh Kapolres.

Sebanyak 96 orang dari 201 orang yang mendaftar menjalani operasi katarak selama tiga hari, sejak Jumat (10/11/2017) pemeriksaan dan Sabtu – Minggu (11-12/11/2017) pelaksanaan operasinya.

Menurut Kapolres, ada 201 orang yang mendaftar untuk mengikuti operasi katarak gratis ini. Namun setelah melalui pemeriksaan medis hanya 96 orang yang memenuhi syarat untuk dilakukan operasi.

Iman mengatakan, operasi katarak gratis ini selain merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka giat sosial Kapolres Pasaman Barat, juga sebagai bentuk pengabdiannya terhadap masyarakat.

“Sebagai pimpinan Polres Pasbar, bagi saya kepemimpinan bukan keistimewaan, tetapi tanggung jawab. Ia bukan fasilitas, tetapi pengorbanan ia juga bukan leha-leha, tetapi kerja keras. Ia juga bukan kesewenang-wenangan bertindak, tetapi kewenangan melayani. Kepemimpinan adalah keteladan berbuat dan kepeloporan bertindak,” Terangnya saat ditemui SumbarExoress diruang kerjanya Selasa (15/11).

Dijelaskan Iman, 96 peserta operasi katarak gratis itu umumnya sudah lanjut usia. Rata-rata usia mereka berkisar antara 55 sampai dengan 105 tahun. Mereka mulai menjalani operasi sejak pukul 09.00 WIB pagi.

Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut setiap tahunnya. Karena, selain daripada giat sosial, juga bisa sebagai jalinan silaturrahmi antara Polres Pasaman Barat dengan masyarakat.

“Sesuai keinginan masyarakat, kami akan berusaha agar, kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun, selain itu akan dilakukan kegiatan sosial lainnya secara rutin,” ucap Iman.

Maidar (59), salah seorang pasien yang ikut operasi katarak mengaku sangat bersyukur sekali dengan kegiatan operasi katarak gratis yang diadakan Kapolres. Dirinya mengaku sudah 10 tahun menderita katarak dan nyaris mengalami kebutaan.

Kondisi kehidupan janda 4 anak itu cukup memprihatinkan, ketiadaan biaya membuatnya pasrah dengan penyakit katarak yang dideritanya. Pasalnya setelah ditinggal suaminya 12 tahun yang lalu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Maidar hanya menghandalkan anak-anaknya yang bekerja sebagai buruh tani dan kuli bangunan.

Maidar (59), pasien peserta operasi katarak gratis

Maidar (59), pasien peserta operasi katarak gratis

“Saya bersyukur sekali dengan kehadiran Bapak Kapolres itu disini, saya bisa ikut operasi gratis, dan alhamdulillah saat ini mata saya sudah mulai bisa melihat normal kembali, selama ini tidak ada Kapolres yang peduli seperti beliau, bahkan Bupati sendiri tidak pernah memperhatikan nasib penderita katarak seperti saya ini, saya menginginkan beliau tetap jadi Kapolres disini selamanya, bahkan kalau bisa jadi Bupati disini” Tutur Marnis.

Laporan : Joni Hermanto

Editor : Joni Hermanto

(Visited 77 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!