Ditemukan Banyak Kejanggalan Penanganan Perkara Kematian Bocah Umur 5 Tahun Di Dalam Septik Tank

Diterbitkan Tanggal: 17 / 03 / 18

Kategori: | DAERAH, POLRI, REDAKSI |

Jasad korban dan septik tank tempat dimana korban ditemukan tewas

Jasad korban dan septik tank tempat dimana korban ditemukan tewas

SUMBAREXPRESS, KABUPATEN SOLOK – Kamis (28/09/2017) adalah hari yang naas bagi Hazel Julio Pratama, bocah 5 tahun itu harus meregang nyawa didalam septik tank milik Arman Lemon (55).

Kematian Hazel warga Jorong Taratak Galundi, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok itu diduga akibat kelalaian Lemon yang tidak menutup rapat septik tank miliknya yang berjarak sekitar 9 meter dari halaman rumah korban tempat dimana biasa korban bermain sehingga menyebabkan korban tercebur dan meninggal dunia, pasalnya Lemon hanya menutup septic tank miliknya dengan beberapa batang kayu balok dengan jarak antara satu kayu dengan kayu lainnya sekitar 15-20 cm dan kondisi kayupun sudah sangat lapuk sehingga tidak kuat menahan beban anak kecil sekalipun.

Namun terdapat banyak kejanggalan terkait penanganan perkara ini, Polsek Lembah Gumanti, Polres Arosuka yang menangani perkara ini menghentikan penyelidikan, melalui Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP3) No : B/29/III/2018/Res-Krim yang ditanda tangani Kapolsek Lembah Gumanti Iptu Amin Nurasyid, SH tanggal 5 Marek 2018 diterangkan bahwa tidak ada unsur kelalaian yang dilakukan oleh Lemon sehingga penyelidikan perkara dihentikan.

Sementara itu saat dikonfirmasi sumbarexpress.com Iptu Amin mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif dengan SP3 yang ia keluarkan, Kapolsek mengatakan terkait kematian Hazel unsur kelalaian yang menyebabkan seseorang meninggal dunia sesuai pasal 359 KUHP terpenuhi, jika memang ada kelalaian berarti ada pelaku kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, namun anehnya bukannya mencari siapa pelaku kelalaian tersebut justru malah menghentikan proses penyelidikan.

“Memang unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang sesuai pasal 359 KUHP terpenuhi, namun kita tidak bisa menjerat Lemon, karena hasil gelar perkara yang kita lakukan di ruang Sat Reskrim Polres Arosuka Sabtu (28/02) seluruh peserta gelar manyatakan tidak terdapat unsure kelalaian terhadap Lemon”, Kata Kapolsek kepada sumbarexpress.com, Jum’at (16/03).

Kejanggalan lainya ditemukan saat sumbarexpress.com melakukan konfirmasi dengan Kasat Reskrim Polres Arosuka AKP Doni, SH. AKP Doni justru tidak mengetahui bahwa perkara tersebut sudah di SP3-kan, dan coba menyangkal bahwa tidak benar ada SP3, “Tidak benar ada SP3, SP3 bagaimana?, perkaranya dilidik saja belum masa sudah di SP3”,ucap Kasat Reskrim melalui sambungan telepon, namun saat diperlihatkan SP3 yang ditanda tangani oleh Kapolsek, Doni tidak bisa berkata-kata lagi.

“Silahkan Tanya ke Kapolseknya, karena perkaranya ditangani di Polsek jadi itu kewengan Polsek, saya tidak pernah merekomendasikan untuk di SP3 dan saya justru baru tau ini kalau perkaranya sudah di SP3 karena terkait SP3 Kapolsek tidak ada koordinasi dengan saya” Ujarnya.

Menyikapi perkara ini Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia Aris Merdeka Sirait menilai memang ada kejanggalan dalam penanganan perkara ini, untuk itu Aris akan menyurati pihak Polsek Lembah Gumanti dan pihak Polres Arosuka, bahkan jika perlu dirinya akan melakukan investigasi kelapangan.

“Setelah saya pelajari memang ada kejanggalan terkait penanganan perkara ini, terimakasih atas informasinya, tolong bantu saya kirimi alamat Polsek dan Polres yang menangani perkara ini, saya akan surati mereka, jika perlu saya akan lakukan investigasi kelapangan”, ujar Aris Merdeka Sirait kepada sumbarexpres.com, Sabtu (17/03) melalui seluler.

Laporan : Tim Liputan

Editor : Joni Hermanto

(Visited 439 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!