Terkait Kematian Bocah Dalam Septic Tank, Kapolres Tidak Mengetahui Polsek Menerbitkan SP3

Diterbitkan Tanggal: 18 / 03 / 18

Kategori: | DAERAH, POLRI, REDAKSI |

SP3 versi penyelidikan yang diterbitkan Kapolsek Lembah Gumanti, Polres Arosuka

SP3 versi penyelidikan yang diterbitkan Kapolsek Lembah Gumanti, Polres Arosuka

SUMBAREXPRESS, KABUAPTEN SOLOK – Kematian Hazel Julio Pratama bocah usia 5 tahun warga Jorong Taratak Galundi, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok di dalam septic tank milik Arman Lemon (55) menyisakan banyak persoalan.

Pasalnya pihak Polsek Lembah Gumanti, Polres Arosuka menghentikan proses penyelidikan perkara, melalui Surat Pemberitahuan Pemberhentian Peyelidikan (SP3) No : B/29/III/2018/Res-Krim yang ditanda tangani Kapolsek Lembah Gumanti Iptu Amin Nurasyid, SH tanggal 5 Marek 2018 diterangkan bahwa tidak ada unsur kelalaian yang dilakukan oleh Lemon sehingga penyelidikan perkara dihentikan.

Terdapat banyak kejanggalan atas SP3 yang dikeluarkan pihak Polsek, karena selian tidak ada ketentuan yang mengatur penghentian perkara yang masih dalam taham penyelidikan, Kapolres sebagai pimpinan tertinggi dijajaran itu mengaku tidak mengetahui SP3 versi penyelidikan yang di keluarkan pihak Polsek.

Hal itu disampaikan Kapolres Arosuka AKBP Ferry Irawan, SIK ketika dihubungi sumbarexpress.com melalui selulernya Minggu (18/03) pagi.

“Saya belum monitor, nantilah saya cek dan saya tindak lanjuti. Karena perkara itu masuk sebelum saya disitu”, tuturnya.

Diduga dalam hal ini Kapolsek tidak mengerti berhukum acara, karena menerbitkan SP3 versi penyelidikan tidak diatur oleh undang-undang dan ketentuan manapun.

 

Laporan : Tim Liputan

Editor : Joni Hermanto

(Visited 232 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!