Mengaku Menjadi Korban Penipuan Biro Travel, Oknum Kepsek Diduga Lakukan Pungli Terhadap 35 Orang Siswa

Diterbitkan Tanggal: 04 / 04 / 18

Kategori: | DAERAH, PENDIDIKAN, SOSIAL & BUDAYA, Tanah Datar |

Foto : Dok. sumbarexpress.com

Foto : Dok. sumbarexpress.com

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Program Wajib Belajar 12 tahun dengan bebas biaya untuk sekolah negeri yang sudah dicanangkan, tidak membuat seluruh sekolah bebas dari pungutan liar. Masih ada saja pungutan tidak semestinya yang dilakukan oleh oknum guru dan Kepala Sekolah. Salah satunya yang terjadi pada SMA N 1 Batusangkar.

Senin (26/03) malam, bertempat diruangannya, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Batusangkar Drs. Mardilius, M.pd saat menunggu kedatangan sejumlah siswa dan guru yang baru saja melakukan Study Tour, Mardilius mengaku telah ditipu oleh biro perjalanan tour & travel Pesona Kemuning yang berkantor di Pekan Baru.

Informasi yang berhasil dihimpun sumbarexpress.com, menurut Mardilius, pemilik biro perjalanan Pesona Kemuning adalah pihak yang membawa sebanyak 35 orang siswanya dan 3 orang guru pendamping untuk melakukan perjalanan study tour ke Jakarta dan Bandung pada hari Kamis (15/03) telah menelantarkan seluruh siswanya, yang mana siswa dan guru yang dijadwalkan pulang dari Jakarta ke Batusangkar pada hari Sabtu (24/03) molor sampai hari senin (26/03) karena Nita (38) pemilik biro Pesona Kemuning yang mendampingi perjalan siswa menghilang sebelum mengkondisikan tiket untuk kepulangan, sehingga rombongan tidak bisa pulang dan terlantar di Jakarta selama 2 hari sebelum di akhirnya di bantu oleh perantau asal Kabupaten Tanah Datar yang ada di Jakarata kepulangan mereka.

Berdasarkan informasi itu sumbarexpress.com coba melakukan investigasi lebih mendalam dengan melakukan konfirmasi ke Nita (pemilik biro travel) dan ke salah seorang orang tua siswa. Sumbarexpress.com justru menemukan hal yang mencengangkan dan tidak terduga, Nita mengatakan pihaknya memungut biaya perjalanan Rp. 5,1 juta/orang + discount perjalanan gratis untuk 2 orang guru, artinya dari 38 orang rombongan siswa dan guru pihak sekolah hanya membayar untuk 36 orang ke Nita.

“Memang sempat ada kendala untuk kepulangan rombongan, itu dikarenakan pihak sekolah terlambat melunasi biaya perjalanan yang sudah kita sepakati, tapi semua sudah kita selesaikan. Untuk biaya perjalanan kita mengenakan Rp. 5,1 juta/ orang dan dari 38 orang rombongan kita hanya menerima pembayaran 36 orang, yang 2 orangnya kita beri gratis”, tutur Nita kepada sumbarexpress.com, Rabu (04/04) di Pagaruyung – Batusangkar.

Sementara itu beberapa orang tua siswa, salah satunya Novianus (40) mengatakan dirinya membayar sebesar Rp. 5,6 juta ke sekolah untuk keberangkatan anaknya, itu artinya ada dugaan mark up sebesar Rp. 500 ribu/ siswa + Rp. 10,2 juta (discount 2 orang gratis yang diberikan biro) yang dilakukan Mardilius dan pihak sekolah.

“Kebetulan saya tidak sempat memenuhi undangan rapat yang dilayangkan pihak sekolah untuk memutuskan besaran biaya perjalanan study tour itu, saya hanya menerima dari anak saya yang mengatakan bahwa ongkosnya Rp. 5,6 juta”, kata Novianus via seluler Rabu (04/04) malam.

Saat sumbarexpress.com melakukan klarifikasi kembali ke Kepala Sekolah Mardilius mengenai keterangan yang disampaikan Nita dan orang tua siswa, Mardilius yang awalnya intens berkomunikasi dengan sumbarexpress.com mulai tidak kooperatif dan terkesan menutup diri, dengan alasan sibuk rapat Mardilius enggan dihubungi dan ditemui.

Saat berita ini diturunkan, sumbarexpress.com masih melakukan koordinasi dan konfirmasi ke Ketua Saber Pungli Kabupaten Tanah Datar, Kompol Mayarudin yang menjabat sebagai Wakapolres Tanah Datar untuk melakukan upaya hukum.

 

Laporan : Tim Liputan

Editor : Joni Hermanto

(Visited 1.705 times, 2 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!