Polisi Bentuk Tim Usut Dugaan Penipuan Dan Pungli Study Tour SMA N 1 Batusangkar

Diterbitkan Tanggal: 06 / 04 / 18

Kategori: | Batu Sangkar, DAERAH, PENDIDIKAN, POLRI |

Pertemuan beberapa awak media dengan Kepsek dan beberapa orang guru di ruangan Kepsek.

Pertemuan beberapa awak media dengan Kepsek dan beberapa orang guru di ruangan Kepsek.

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Menindaklanjuti pemberitaan sumbarexpress.com mengenai dugaan pungli Kepala Sekolah dan penipuaan yang dilakukan pihak biro terkait perjalanan study tour siswa dan guru SMA N 1 Batusangkar, Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajas, SH melalui Wakapolres yang juga menjabat Katua Saber Pungli Kabupaten Tanah Datar Kompol. Mayarudin membentuk tim untuk menyelidiki 2 kasus yang mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Tanah Datar itu.

Ditemui diruang kerjanya, Wakapolres mengatakan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan jajaran intel untuk mendalami informasi itu dan melakukan penyelidikan. “Untuk punglinya kita sudah bentuk tim, dan saya instruksikan ke jajaran intel untuk menyelidikinya, sementara untuk dugaan penipuan kita harapkan pihak sekolah membuat laporan”, Kata Mayarudin kepada sumbarexpress, Kamis (5/4).

Baca juga :

Mengaku Menjadi Korban Penipuan Biro Travel, Oknum Kepsek Diduga Lakukan Pungli Terhadap 35 Orang Siswa

Bak gayung bersambut, pada saat wawancara sumbarexpress.com  dengan Wakapolres tengah berlangsung, tanpa diduga Kepala Sekolah Drs. Mardilius, M.pd datang untuk melaporkan Rasnita, pemilik biro sekaligus Managing Director PT. Pesona Kemuning Plasa Tour & Travel atas dugaan penipuan dan penggelapan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Mapolres Tanah Datar.

Usai membuat laporan, sumbarexpress.com menemui Mardilius di sekolah SMA N 1 Batusangkar yang beralamat Jl. Sutan Alam Bagagarsyah No. 41, diruang kerjanya Mardalius mengatakan pihaknya melaporkan Rasnita (Nita), pasalnya selain dianggap telah melakukan wanprestasi, Nita juga dikatakannya telah melakukan penipuan dan penelantaran terhadap rombongan study tour yang terdiri dari 35 orang siswa dan 3 orang guru pendamping dengan tidak memberi makan saat berada di Kota Bogor, tidak membayar sewa bus dan hotel sehingga rombongan ditahan oleh pihak hotel, serta tidak membayar tiket pesawat yang mengakibatkan rombongan tidak bisa pulang pada hari yang sudah ditentukan.

“Tadi kita baru membuat pengaduan di Polres, untuk laporannya besok kita kembali ke Polres”, tutur Mardilius kepada sumbarexpress.com diruang kerjanya, Kamis (5/4).

Mardilius mengatakan dirinya melaporkan Nita supaya rumor dan opini yang terbentuk ditengah masyarakat bisa diluruskan bahwa pihaknya adalah korban penipuan, bukan pelaku pungli.

“Kelebihan dana siswa ada sebesar Rp. 17,5 juta dari jumlah uang yang sudah kami setorkan ke Nita, dan itu ada rincian SPJ-nya serta dapat dipertanggung jawabkan, jadi saya tidak ada melakukan pungli satu rupiahpun”, tambahnya.

Sementar itu, terkait pemberitaaan sebelumnya Nita juga menyampiakan klarifikasinya, dengan menghubungi redaksi sumbarexpress.com Nita membantah semua yang dituduhkan pihak sekolah terhadapnya. Nita mengakui memang ada keterlambatan kepulangan rombongan, itu dikarenakan keterlambatan pihak sekolah melakukan pelunasan pembayaran biaya perjalanan, sehingga mengakibatkan dirinya juga terlambat melakukan pembookingan tiket pulang.

“Tiket pulang sudah saya siapkan dan saya bayar full ke maskapai, namun akhirnya hangus karena mereka tidak mau menerima dan memilih pulang dengan tiket yang disiapkan pihak sekolah. Dalam kontak dibunyikan bahwa  pelunasan pembayaran minimal 1 bulan sebelum keberangkatan, tapi pihak sekolah 3 hari sebelum keberangkatan baru melunasi, sehingga waktu untuk pembookingan tiket sudah mepet”, sanggahnya.

Laporan : Tim Liputan

Editor : Joni Hermanto

(Visited 342 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!