Di Saksikan Kapolres, Anak Pemuka Agama Non Muslim Ini Menangis Membacakan Ikrar Syahadat

Diterbitkan Tanggal: 07 / 06 / 18

Kategori: | DAERAH, SOSIAL & BUDAYA, Tanah Datar |

Ikrar Pembacaan Syahadat Oleh Suharnita Yang Kini Sudah Berganti Nama Menjadi Syahidah Atiqah

Ikrar Pembacaan Syahadat Oleh Suharnita Yang Kini Sudah Berganti Nama Menjadi Syahidah Atiqah

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Suharnita (20), seorang remaja putri berasal dari Kec. Sikakap, Kab. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sudah lebih dari tiga tahun belajar dan mengenal ajaran Islam. Ia sedang mencari hakikat Islam yang sesungguhnya semenjak ia berusia 17 tahun.

Tepat hari ini, Kamis (07/06) bertempat di Mesjid Raudatul Mukhminin Jorong Tanjung Limau, Negari Simabur, Kec. Pariangan, Kab. Tanah Datar, Suharnita yang merupakan putri dari Suibiar (60) seorang pemuka agama non muslim yang taat dari Desa. Pututukap, Kec. Saumanganyak, Kab. Kepulauan Mentawai mengucapkan ikrar syahadat.

Nita, sapaan sehari-hari gadis yang kini tinggal bersama ibu angkatnya seorang kontributor TV swasta nasional Sri Purnamawati atau yang akbrab disapa II di Jorong Parak Juar, Nagari Parak Juar, Batusangkar, Kab. Tanah Datar, masuk Islam bukan karena iming-iming materi, bukan karena bujukan dengan harta. Namun karena ia memahami bahwa Islam adalah agama yang tauhid. Karenanya, detik-detik mengikrarkan dua kalimat syahadat merupakan momentum paling menggetarkan jiwanya. Di Saksikan oleh Kapolres Tanah Datar, AKBP Bayuaji Yudha Prajas, SH, Camat Pariangan, Kepala KUA Kecamatan Pariangan Anazwir, S.Ag, pimpinan Pondok Pesantren Thawalib Tanjung Limau Yonnedi M, M.Pd.I, serta beberapa ustadz dan pengasuh Pondok Pesantren, Air mata Nita yang sudah berganti nama Islami menjadi Syahidah Atiqah tak bisa dibendung, mengalir membasahi pipinya.

“Saya tidak tahu mengapa saya melakukan hal ini, saya tidak bisa mengetahui kenapa saya sampai menangis. Yang jelas saya merasakan kebahagiaan dalam hati ini. Saya merasakan ketentraman dan rasa cinta. Dan saya telah merasakan ajaran Islam yang sesungguhnya.” Tutur Syahidah terharu.

Dalam sambutannya, Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajas mengajak masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal Syahidah untuk merangkul dan membimbing Syaidah sebagai saudara sesama muslim.

“Ketika seseorang sudah mengikrarkan dua kalimat syahadat atau orang tersebut sudah menjadi mualaf. maka status keislaman orang tersebut sudah patut diakui. Dan sebagai muslim – muslimah yang taat, kita harus memperhatikan hak-hak Syaidah sebagai saudari sesama muslim”, ujar Kapolres di hadapan jamaah yang menyaksikan prosesi pengikraran Syaidah.

Sementara itu, Kepala Mts Ponpes Thawalib Tanjung Limau Asrul Wahid, S.Pd.I mengatakan, Perhatian terhadap mualaf, tak sekadar membimbingnya bersyahadat saja. Lebih dari itu, ada tanggung jawab lebih guna membawa mualaf ke dalam Islam yang utuh.

“Kita harus membimbing mereka, menjaga, dan melindungi. Tidak hanya cukup pada syahadat,” ungkap Asrul kepada sumbarexpress.com

Laporan : Tim

Editor : Joni Hermanto

(Visited 151 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!