Setelah 1 ½ Tahun Berlalu, Keluarga Korban Tuding Polisi Minta Biaya Operasional Terkait Pengungkapan Kasus Korban Pembunuhan Yang Mayatnya Di Temukan Di Bukit Gombak

Diterbitkan Tanggal: 23 / 06 / 18

Kategori: | POLRI, Tanah Datar |

Penemuan mayat Jusnimar (44) dengan penuh luka tusukan dan jeratan pada leher di TPA Gelangang Dang Tuanku, Bukit Gombak, Jorong Saruaso Barat, Kecamatan Tanjung Emas, Tanah Datar, Kamis, (5/1/2017).

Penemuan mayat Jusnimar (44) dengan penuh luka tusukan dan jeratan pada leher di TPA Gelangang Dang Tuanku, Bukit Gombak, Jorong Saruaso Barat, Kecamatan Tanjung Emas, Tanah Datar, Kamis, (5/1/2017).

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Masih segar dalam ingatan penemuan mayat Jusnimar (44). Ibu empat anak ini ditemukan sudah menjadi mayat di TPA Gelangang Dang Tuanku, Bukit Gombak, Jorong Saruaso Barat, Kecamatan Tanjung Emas, Tanah Datar, Kamis, (5/1/2017).

Saat ditemukan, jasad  warga Jorong Cubadak, Kec. Lima Kaum, Kab. Tanah Datar itu dalam kondisi penuh luka bekas tusukan serta jeratan tali di lehernya.

Namun, setelah satu setengah tahun berlalu, hingga kini polisi masih belum berhasil mengungkap pelaku dan motif dibalik pembunuhan itu.

Syahril (42), paman korban menilai kinerja jajaran Satreskrim Polres Tanah Datar lamban dan tidak serius dalam menangani perkara tersebut. Ia bahkan mengeluhkan satu tahun terakhir ia tidak pernah lagi menerima pemberitahuan berupa Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari penyidik.

Tidak hanya itu, selain menganggap banyak kejanggalan dalam kasus itu, Syahril menuturkan bahwa penyidik yakni Kasat Reskrim Polres Tanah Datar saat itu AKP. Anton Luter, SH secara tidak langsung pernah meminta biaya operasional kepadanya.

“Terakhir saya menrima pemberitahuan mengenai hasil penyelidikan 2 atau 3 bulan sebelum Pak Anton pindah, setelah itu hingga saat ini saya tidak pernah lagi menerima pemberitahuan. Bahkan sebelum itu saya pernah menelpon Pak Kasat (AKP. Anton Luter) beliau malah mengatakan kami butuh biaya operasional”, Tutur Syahril menirukan ucapan AKP. Anton Luter, Jum’at (22/06) kepada sumbarexpress.com

Menurut Syahril, ucapan Anton Luter seperti itu secara tidak langsung memintanya untuk memberi uang sebagai biaya operasional penyidik.

“Semenjak itu saya tidak pernah lagi menghubungi untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut, udah malas saya, dia sudah mengemukakan uang, berarti secara tidak langsung dia meminta saya untuk membiayai penyelidikan”, tambahnya.

Sementara itu, AKP. Anton Luter  yang saat ini menjabat Kasat Reskrim 50 Kota membantah bahwa pihaknya pernah meminta uang kepada keluarga korban, menurut Anton sudah banyak uapaya yang dilakukan oleh jajarannya saat itu guna mengungkap dalang dibalik pembunuhan tersebut.

“Sudah banyak upaya yang kita lakukan, sampai kita cek celldam/Cell ID (data telpon) yang ada diwlayah itu ke TMC Mabes Polri, tapi belum ada yang mengarah kepelaku. Soal saya dikatakan pernah meminta uang kepada keluarga korban, Masya Allah.. tidak benar samasekali itu, justru uang saya yang habis puluhan juta”, bantah Anton Luter kepada sumbarexpress.com melalui sambungan telpon Jum’at (22/06) malam.

Selanjutnya Anton menyarankan, silahkan berkoordinasi dengan penyidik yang sekarang untuk mengetahui sampai dimana penanganan perkara tersebut.

Laporan : Tim

Editor : Joni Hermanto

(Visited 318 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!