Uang Haram Diduga Mengalir Ke PAD Tanah Datar

Diterbitkan Tanggal: 27 / 06 / 18

Kategori: | DAERAH, SOSIAL & BUDAYA, Tanah Datar |

Foto : sumbarexpress.com

Foto : sumbarexpress.com

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Kabupaten Tanah Datar sebagai sebuah daerah yang penduduknya mayoritas beragama Islam dan ditargetkan menjadi Kabupaten 10 ribu Hafiz. Konsekwensinya ketika itu sudah diwujudkan, maka segala aktivitas yang berjalan di Kabupaten Tanah Datar haruslah berlandaskan syariat Islam. Setidaknya amar makruf, nahi mungkar harus berjalan secara ideal, dan tata kehidupan masyarakat Tanah Datar pun harus sesuai dengan akhlakul karimah.

Namun, faktanya kehidupan masyarakat Tanah Datar yang katanya sangat agamis, hingga kini masih diselubungi oleh praktek prostitusi, bahkan terkesan ada pembiaran oleh stakeholder terkait. Bukan hanya itu, diduga perputaran uang lendir dari adanya tempat praktek prostitusi itu juga turut mengalir ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Seperti yang terjadi di hotel Jayakarta yang berada di Nagari Pasir Jaya, Kec. Rambatan, Kab. Tanah Datar. Hotel yang terletak di pinggir danau Singkarak ini diduga menyediakan tempat bagi pasangan mesum untuk melakukan praktek prostitusi.

Berdasarkan pantauan sumbarexpress.com dan tim minggu (24/06), selama 30 menit berada di kawasan hotel tersebut kurang lebih ada 10 pasangan yang diduga bukan suami istri keluar masuk kamar hotel.
Modusnya, pasangan yang diduga mesum datang memasuki kawasan hotel dengan berboncengan naik sepeda motor sambil menutup wajah menggunakan helm, begitu sampai di loby hotel, petugas hotel langsung mengarahkan pasangan tersebut masuk ke dalam kamar yang sudah ditentukan dengan sepeda motornya. Walaupun ada disediakan lahan parkir, diduga untuk menghindari kecurigaan, petugas hotel tetap meyuruh pasangan mesum tersebut membawa sepeda motonya ke dalam kamar tanpa membuka penutup helm.

Begitupun saat keluar kamar, pasangan mesum tersebut juga menutupi wajahnya dengan helm dan keluar menggunakan sepeda motor yang di parkir dari dalam kamar.

AG (40), pengelola hotel mengatakan pasca Idul Fitri hotelnya ramai dikunjungi pasangan seperti itu (mesum), namun beberapa masyarakat Pasir Jaya yang kami temui mengatakan aktifitas seperti itu sudah lama berlangsung di hotel tersebut, bahkan menurut beberapa tokoh ada pembiaran dan permainan oknum Pol PP guna membackup aktifitas di hotel itu.

AG juga menambahkan bahwa hotelnya rutin didatangi setiap bulan oleh beberapa orang staf dari Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Tanah Datar untuk memungut pajak hotel. Besaran pajak hotel masih menurut AG, bekisar antara Rp.1,2 s/d Rp.1,5 juta/bulan. Jika benar adanya, berarti salah satu sumber PAD Tanah Datar berasal dari uang haram yang digunakan untuk membangun infrastruktur Kabupaten Tanah Datar.

“Kalau Pol PP jarang kesini, yang rutin kesini orang BKD untuk menjemput pajak, setiap bulan orangnya ganti-ganti kesini”, tutur AG kepada tim investigasi, minggu (24/06) malam di loby hotel.

Menindaklanjuti temuan itu, tim langsung menghubungi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Ir. Nuryetdisman saat itu juga. Mendapat laporan tim, Nuryetdisman terkesan tidak antusias, dengan alasan ia dan beberapa anggotanya sedang melakukan upaya pemadaman kebakaran yang sedang berlangsung di Aur Sirumpun, Kec. Rambatan. Namun setelah tim mengancam akan mempublikasikan hasil temuan yang didapat di hotel tersebut, Nuryetdisman akhirnya bersedia menurunkan tim-nya ke hotel Jayakarta.

Setelah 2 jam menunggu, Satuan Pol PP yang dipimpin Kabid Penegak Perda, Bustamal tiba di hotel dengan hanya membawa 2 orang anggota, dan anehnya hasilnya nihil. Kemana beberapa pasangan yang yang terlihat keluar masuk kamar tadi?.

Menanggapi kejadian itu, Dino (37) salah seorang warga Pasir Jaya mengatakan kemungkinan oknum Pol PP sudah mengkondisikan pihak hotel agar saat agar saat Satuan Pol PP datang hotel sudah steril.

“Saya yakin pasti pihak hotel sudah dihubungi oleh oknum Pol PP, lihat saja saat Bapak (wartawan/tim) menghubungi komandannya (Kasat Pol PP) mereka terlihat tidak antusias menanggapinya, dan lama sekali baru datang di hotel itupun cuma membawa 2 orang anggota, mereka mau nangkap pasangan mesum atau mau narik upeti?”, Tandas Dino saat Satuan Pol PP sedang melakukan pemeriksaan dibeberapa kamar.

Sementara itu, ditemui diruangannya Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengatakan akan menginstruksikan Sat Pol PP mencari waktu yang tetap untuk menyusun sterategi agar tidak bocor dan membuahkan hasil untuk melakukan sidak ke hotel tersebut.

Saat disinggung mengenai pungutan pajak hotel tersebut yang notabene bersumber dari uang hasil membuka praktek prostitusi (uang haram), Bupati mengatakan pihaknya hanya memungut berdasarkan bill hotel, sementara para pelaku prostitusi yang menggunakan jasa hotel tersebut dirinya yakin tidak masuk bill.

“Memang ada informasi mengadai adanya oknum Pol PP yang bermain dengan pihak hotel, makanya setiap Pol PP hendak melakukan razia ke tempat itu, selalu bocor. Untuk yang akan datang saya akan instruksikan Pol PP untuk membuat sterategi yang jitu bagaimana supaya tidak bocor dan membuahkan hasil”, Tutup Bupati mengakhiri wawancara seni (25/06).

Laporan : Tim

Editor : Joni Hermanto

(Visited 237 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!