Panti Pijat Di Gerbek, 2 Orang Kakek Dan 2 Wanita Asal Indramayu Di Amankan

Diterbitkan Tanggal: 01 / 07 / 18

Kategori: | Bukittinggi, DAERAH, SOSIAL & BUDAYA |

Foto : sumbarexpress.com

Foto : sumbarexpress.com

SUMBAREXPRESS, BUKITTINGGI – Berbeda dengan Kabupaten Tanah Datar yang kinerja Satpol PP tidak pernah terdengar bahkan dianggap mandul, khususnya dalam memerangi maksiak dan penyakit masyarakat, Satpol PP Kota Bukittinggi justru selalu gencar memberantas sarang maksiat dan prostitusi untuk membersihkan kota yang masih bertetanggaan dengan Kabupaten Tanah Datar itu.

Masih segar dalam ingatan pada oktober 2016 lalu Satpol PP Kota Bukittinggi dan SK4 menangkap Ketua Pengadilan Agama Padang Panjang Dra. Hj. EW, SH (49) disebuah kamar hotel melati bersama seorang laki-laki yang diketahui bukan suaminya.

Karena perbuatannya itu, selain harus membayar denda sesuai perda Kota Bukittinggi, EW juga dipecat dari jabatannya oleh Majelis Kehormatan Hakim (MKH) Makamah Agung, pada selasa (13/12/2016) lalu.

Seakan tak pernah puas dengan kinerjanya, kali ini Tim Satuan Kerja Keamanan Ketertiban Kota (SK4) yang dipimpin oleh Kasi Oprasional dan Pengendalian Satpol PP Kota Bukittinggi, Dodi Andresia menciduk CR (35) dan WN (53), 2 orang wanita yang diduga pekerja seks komersial dengan modus panti pijat, minggu (01/07) sekitar pukul : 15.20 WIB.

Kedua wanita asal Indramayu itu tidak dapat berkutik saat kedapatan sedang melayani 2 laki-laki hidung belang yang sudah uzur, yaitu IR (63) dan serta AM (61) di sebuah panti pijat yang berada di Jalan Yos Sudarso dekat penurunan Benteng, Kota Bukittinggi.

Selain mengamankan 2 orang PSK dan 2 lelaki hidung belang, Tim SK4 juga mengamankan barang bukti berupa celana dalam wanita dan 1 buah kasur.

“Demi menindaklanjuti laporan masyarakat dan memerangi maksiat dikota Bukittinggi, kita bergerak menggrebek panti pijat tersebut, selain mengamankan 2 PSK kita amankan juga 2 lelaki hidung belang yang sudah uzur”, Kata Kasi Pol PP Dodi Andresia kepada sumbarexpress.com, minggu (01/07) malam.

Saat ini 2 orang tukang pijat plus-plus beserta tamunya diamankan ke kantor Satpol PP Kota Bukittinggi untuk diberikan tindakan lebih lanjut karena telah melanggar perda nomor 3 tahun 2015 tentang kententraman dan ketertiban umum.

Laporan : Tim

Editor : Joni Hermanto

(Visited 868 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!