Satpol PP Tanah Datar Mandul, Prostitusi Menjamur

Diterbitkan Tanggal: 06 / 07 / 18

Kategori: | DAERAH, SOSIAL & BUDAYA, Tanah Datar |

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Masyarakat Nagari Simawang menilai kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tanah Datar mandul, terkait penertiban tampat praktek prostitusi dan warung remang-remang (Warem).

Pasalnya, dalam beberapa tahun belakangan ini belum ada  tindakan penertiban tempat prostitusi dan warem dari Satpol PP Kabupaten Tanah Datar.

Hal tersebut sebagaimana dikatakan Yusriyadi, salah seorang warga Simawang, Kec. Rambatan ketika berbincang dengan awak media Jum’at (6/7).

“Di daerah lain sudah berulang kali dilakukan penertiban tempat hiburan malam, hotel-hotel yang menyediakan tempat prostitusi dan warem. Tapi disini,  Satpol PP dan aparat terkait perlu dipertanyakan kinerjanya,” tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga menilai adanya pembekingan, sehingga tempat-tempat prostitusi dan warem tak tersentuh oleh hukum dan Peraturan Daerah (perda)  yang berlaku.

“Sepertinya ada pembeking atau setoran, sehingga tempat prostitusi atau tempat maksiat begitu bebas beroperasi khususnya di Kecamatan Rambatan ini, “katanya.

Kita berharap, sambungnya,  Satpol PP dan aparat terkait tidak menutup mata dalam penertipan tempat prostitusi dan warem. Apalagi pemerintah daerah mentargetkan Tanah Datar menjadi Kabupaten 10 ribu Hafiz, harusnya Satpol PP mendukung program yang sudah diwacanakan itu dengan menunjukan kinerjanya.

Hal itu disampaikan Yusriyadi terkait keberadaan warung kelambu yang berada di sekitaran danau Singkarak, Kec. Simawang, Kab. Tanah Datar yang meresahkan masyarakat sekitar.

Warem dengan konsep kelambu tersebut sudah didisain sedemikian rupa berupa skat-skat kamar berukuran 1X2 meter dengan dinding triplek dan bagian depannya ditutupi kelambu atau kain spanduk bekas, tempat itu sengaja disediakan pemilik warem bagi tamunya utuk bermesum ria.

Dari pantauan sumbarexpress.com Jum’at (6/7) sepanjang sore hingga menjelang magrib kurang lebih ada 8 pasangan yang diduga berbuat mesum di dalam kamar, pasalnya panjang kelambu atau spanduk bekas yang digunakan sebagai penutup pintu kamar tidak menyentuh sampai ke lantai, sehingga aktifitas 2 pasang kaki dari pasangan mesum yang ada didalam kamar terlihat dengan jelas.

“Kalau sore ini belum seberapa pasangan mesum itu, semakin malam semakin rame disitu,” Papar Yusriyadi.

Hal ini pernah disampaikan sumbarexpress.com kepada Bustamal, Kepala Bidang Penegak Perda yang didampingi beberapa anggota Satpol PP Kabupaten Tanah Datar di Pos Lantas simpang Ombilin beberapa waktu lalu, namun Bustamal enggan menindaklanjutinya meskipun posisi ia saat itu tak jauh dari warem kelambu tersebut.

Laporan : Tim

Editor : Joni Hermanto

(Visited 265 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!