Narkoba Merajalela, Polisi Tutup Mata

Diterbitkan Tanggal: 10 / 07 / 18

Kategori: | DAERAH, Padang Panjang, POLRI, SOSIAL & BUDAYA |

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

SUMBAREXPRESS, PADANG PANJANG – Peredaran narkoba jenis shabu di kota Padang Panjang semakin merajalela.

Maraknya shabu di kota yang di juluki Serambi Mekah itu diduga melibatkan seorang oknum dari Detasemen B Brimob Padang Panjang berinisial Aipda KM. Dalam sebuah rekaman video yang diterima sumbarexpress.com Aipda KM yang akrab dipanggil Akang bahkan dengan sumbringahnya mengatakan bahwa dirinya bandar besar shabu di Sumatera Barat yang dibekingi oleh oknum Polda Sumbar.

MR (23) salah seorang warga Kota Padang Panjang mengatakan seluruh saudara laki-lakinya sudah dirusak oleh Akang dengan dicekoki shabu hingga ketergantungan dan selanjutnya dijadikan kurir, tidak hanya itu, MR juga menyampaikan bahwa Akang sepertinya kebal hukum dan tidak ada tindakan dari aparat Kepolisian.

“Jaringan si Akang itu dari hari ke hari semakin merajalela, siapa sih yang gak kenal jaringan si Akang itu disini, sudah rahasia umum semua warga Padang Panjang tau kalau Akang itu bandar besar shabu, mau lapor polisi juga percuma, tampaknya polisi tutup mata, padahal pelakunya sudah jelas-jelas ada dan  bebas berkeliaran,” tandas MR, Kamis (21/6).

Lebih lanjut MR menceritakan, selain kedua kakak laki-lakinya yang sudah kecanduan shabu itu bahkan salah satunya kini sudah meringkuk di lapas Padang Panjang, kini adik laki-lakinya BY (16) juga sudah ketergantungan barang haram itu.

Masih menurut MR, BY bahkan tidak pernah pulang kerumah, ia tinggal dirumah Akang dan hampir setiap hari diberi shabu.

“Sejak malam takbiran adik saya BY tidak pulang ke rumah, kalaupun pulang hanya sebentar untuk mengganti pakaiannya saja dan setiap hari dia nyabu di rumah Akang, sepertinya dia sudah dipersiapkan oleh Akang untuk jadi pengedar” kata MR.

MR menambhkan, BY sengaja menghilang dari rumah dan bersembunyi di rumah Akang karena terlibat kasus penganiayaan hingga menyebabkan korbannya cidera dan mendapatkan perawatan intensif beberapa hari di rumah sakit.

Untuk menyelamatkan adiknya supaya tidak terjeremus terlalu jauh dalam jaringan sindikat narkoba yang dikendalikan oleh Akang, MR lalu meminta jajaran Satreskrim Polres Padang Panjang untuk mengamankan adiknya di kantor polisi terkait kasus penganiayaan tersebut.

Dengan dibantu sorang wartawan sumbarexpress.com, MR lalu mengintai saat adiknya itu pulang kerumah kemudian menghubungi polisi untuk mengkap BY.

 

Dihadapan polisi BY mengakui, selama di tinggal di rumah Akang, dirinya hampir setiap hari mengkonsumsi shabu yang diberikan oleh Akang, pengakuan BY itu dikuatkan dengan hasil tes urin yang menyatakan BY positif mengkonsumsi shabu.

Tidak hanya itu, BY juga mengatakan di rumah Akang terdapat gudang penyimpanan shabu dalam jumlah besar.

“Selama dirumah Pak Akang saya disuruh nyabu hampir tiap hari, selain itu saya juga diajari menimbang shabu, para kurirnya tiap hari ke rumah ngambil barang (shabu)”, tutur BY kepada sumbarexpress.com, Jum’at (22/6) diruang Kasat Reskrim AKP Julianson dan didengar juga oleh Kasat Narkoba AKP Hidup Mulya.

Namun, meski sudah mendapatkan informasi yang tidak diragukan lagi keberanannya, bahkan didukung dengan hasil tes urin BY yang dinyatakan positif, polisi hingga saat ini tidak bergerak menangkap Akang.

Indikasi polisi melindungi Akang semakin kuat dengan adanya pengakuan beberapa orang warga Kota Padang Panjang yang kami temui.

Salah satunya SM (25), SM mengtakan beberapa tahun belakangan ini dirinya sudah mengetahui aktifitas Akang sebagai bandar besar shabu, namun tidak tersentuh hukum. SM menuturkan dirinya bahkan sudah tidak percaya lagi dengan polisi khusunya jajaran Polres Padang Panjang.

“Percuma Pak melaporkan dia ke Polres, orang Polres tidak akan berbuat apa-apa, mending langsung aja laporin dia ke Polda atau BNN”, cetus SM.

Sementara itu, Kapolres Padang Panjang AKBP Cepi Noval, Sik sepertinya enggan menggapi persoalan ini. Beberapa kali sumbarexpress.com mencoba menemuinya ke ruang kerja dan juga rumah dinasnya untuk mendapatkan konfirmasi, namun selalu tidak berhasil.

Bahkan panggilan telpon dan pesan WhatsApp sumbarexpress.com selsalu diabaikan.

Laporan : Tim

Editor : Joni Hermanto

(Visited 685 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!