“IAIN Batusangkar Kecolongan Menerima Mahasiswa Yang Diduga Menggunakan Ijazah Palsu”

Diterbitkan Tanggal: 12 / 01 / 18

Kategori: | Batu Sangkar, DAERAH, PENDIDIKAN, POLRI |

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Gelar di Indonesia memang memiliki nilai prestise. Dengan gelar, status sosial seseorang dianggap lebih tinggi dari mereka yang tidak punya gelar. Hal inilah yang agaknya mendasari seorang oknum wartawan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat sebut saja “Teng-teng” mengejar gelar dengan sedemikian rupa dan diduga menghalalkan segala cara. Mungkin karena ingin dilihat terpandang sebagai kaum terdidik atau demi kemudahan akses-akses yang lain dalam kehidupan.

Informasi yang santer beredar dikalangan pejabat dan wartawan di Kota Batusangkar dan Padang Panjang mengatakan bahwa Teng-teng mendaftar kuliah S2 Pasca Sarjana di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar menggunakan ijazah S1 yang dikeluarkan oleh Universitas Bung Hatta (UBH) Padang yang diduga palsu, bahkan informasi yang beredar dari mulut ke mulut itu mengatakan setelah ada pihak yang melakukan klarifikasi ke pihak UBH, pihak kampus UBH membantah pernah mengeluarkan ijazah S1 atas nama yang bersangkutan, bahkan pihak UBH juga sudah menyurati IAIN Batusangkar guna mengklarifikasi bahwa yang bersangkutan tidak pernah kuliah di UBH.

Menanggapi informasi itu, Direktur Pasca Sarjana IAIN Batusangkar Dr. Syukri Iska, M.Ag ditemui diruang kerjanya Rabu (10/01) pagi tidak membenarkan dan juga tidak membantah bahwa pihaknya disurati oleh pihak kampus UBH terkait ijazah S1 yang diduga palsu yang digunakan Teng-teng. Syukri bahkan meminta awak media untuk tidak menggali kasus ini terlalu jauh, karena sudah masuk ke ranah hukum.

“Informasi ini sudah lama kita dapat dari beberapa rekan wartawan, karena hanya sebatas informasi tanpa ada bukti, sikap kita awalnya tidak menanggapi, karena sekarang sudah masuk ranah hukum, ya kita tunggulah proses hukum berjalan”, kata Syukri kepada sumbarexpress.com

Syukri menambahkan bahwa pihaknya sudah dimintai keterangan oleh penyidik, untuk itu dirinya enggan memberikan informasi terlalu jauh.

“Kami sudah dimintai keterangan oleh penyidik, semua alat bukti, termasuk copy-an ijazah yang bersangkutan juga sudah kami berikan ke penyidik, kita tunggu saja proses hukum yang sedang berjalan dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah”, tambahnya.

Ditemui di tempat terpisah, Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajas, SH melalui Kasat Reskrim AKP. Edwin, SH menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya masih mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan saksi, serta berjanji akan mempercepat proses hukum karena kasus ini sudah menjadi konsumsi publik.

“Awalnya ada laporan dari masyarakat yang mengatas namakan pengamat dunia pendidikan, yang namanya laporan sekecil apapun tentu harus kita tindak lanjuti dengan melakukan proses penyelidikan”, terang AKP. Edwin

Edwin membenarkan bahwa untuk kepentingan penyelidikan pihaknya sudah memanggil pihak IAIN Batusangkar, serta kedepannya juga akan memintai keterangan pihak kampus UBH.

Hingga berita ini diturunkan sumbarexpress.com masih merupaya melakukan konfirmasi ke Universitas Bung Hatta Padang.

Laporan : Tim

Editor : Joni Hermanto

(Visited 864 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!