Tinggal Satu Atap Dengan 2 Orang Istrinya, Seorang Residivis Bersama Seorang Rekannya Di Ciduk Polisi

Diterbitkan Tanggal: 12 / 06 / 18

Kategori: | POLRI, Tanah Datar |

Tersangka dan barang bukti

Tersangka dan barang bukti

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Rio Isa, pemuda 31 tahun ini memang tergolong lihai dan piawai dalam berpoligami, bagaimana tidak, warga Jorong Nan Sambilan Nagari, Salimpaung Kec. Salimpaung, Kab. Tanah Datar ini mampu menselaraskan hubungan kedua istrinya hingga berjalan akur dan harmonis, bukan hanya itu, Rio juga mampu menjinakan hati Zulhaidi (52) mertua dari istri pertamanya agar mau menerima istri keduanya untuk bersama-sama tinggal dalam satu atap dengan istri pertamanya di rumah Zulhaidi.

Namun, naas bagi Rio, Senin (11/06) Polisi dari jajaran Satres Narkoba Polres Tanah Datar sekitar pukul : 17:00 WIB menciduk Rio dikediaman rumah mertuanya dihadapan kedua istrinya.

Rio di tangkap Polisi bukan karena berpoligami, dan bukan juga karena menempatkan kedua istrinya dalam 1 atap. Namun Rio diciduk atas gunaan penyalah gunaan narkotika golongan 1 jenis shabu.

Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajas Senin (11/06) malam mengatakan penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat bahwa pelaku sering menjual dan menggunakan narkotika jenis shabu.

“Berdasarkan informasi itu jajaran Satres Narkoba yang dipimpin Kasat Narkoba AKP. Safrinal melakukan pengintaian dan penggeledahan di rumah mertua dari istri pertama Rio”, tutur Kapolres.

Dari hasil penggeledahan itu menurut Kapolres, jajarannya berhasil mengamankan tersangka Rio yang sudah 3 kali keluar masuk penjara untuk kasus yang sama bersama seorang rekannya bernama Jimi Krismon (21) dan beberapa barang bukti seperti sisa pemakaian shabu yang menempel pada pirek, alat isap shabu (bong), satu paket ganja, serta satu unit senjata api rakitan jenis air softgun dengan beberapa amunisi.

“Saat ini kedua tersangka dan barang bukti sudah kita amankan. Tersangka kita jerat undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara atau denda maksimal 8 milyar rupiah”, turup Kapolres.

Laporan : Tim Liputan
Editor : Joni Hermanto

(Visited 203 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!