Tak Tahan Lihat Lutut Korban, Direktur Bank 46 Perkosa Gadis Dibawah Umur

Diterbitkan Tanggal: 05 / 07 / 18

Kategori: | POLRI, SOSIAL & BUDAYA, Tanah Datar |

Foto : sumbarexpress.com

copy@2018 : sumbarexpress.com

SUMBAREXPRESS, TANAH DATAR – Entah apa yang ada dibenak Thomson Robjon Fredy Purba (22), hanya karena melihat celana SYT (16) yang robek dibagian lutut sehingga lututnya tersumbul keluar, tersangka dugaan percobaan pemerkosaan dan penganiayaan yang menjabat sebagai direktur bank 46 (pinjam 4 bayar 6) alias rentenir asal Medan, Sumatera Utara ini tidak bisa menahan birahi hingga lupa dengan istrinya yang saat ini tengah hamil 8 bulan yang begitu setia menunggunya dirumah.

Ditemui diruang sel Mapolsek Lima Kaum, tersangka mengakui semua perbuatannya. Menurut tersangka, Rabu (4/6) sekitar pukul 12:00 WIB ia berpamitan ke istrinya yang baru ia nikahi 9 bulan yang lalu untuk mengutip tagihan ke beberapa nasabahnya.

Saat melintas di Jorong Bukit Gombak, Nagari Baringin, Kec. Lima Kaum ia melihat korban tengah duduk di pinggir jalan karena kelelahan usai mengayuh sepeda.

“Melihat celananya yang robek dibagian lutut saya jadi terangsang, lalu saya pura-pura nanya alamat ke korban”, tutur tersangka, Kamis (5/6)

Karena dikuasi oleh birahi yang sudah memuncak, terangka lalu meminta korban untuk mengantarnya mencari alamat yang ia tuju dengan mengimingi korban imbalan uang Rp.150 ribu.

“Setelah dia naik keatas motor saya, saya bawa ke semak-semak, lalu saya pukul kepalanya hingga dia tersungkur, karena dia melawan sementara posisinya masih terlentang, lalu saya tarik rambutnya dan saya seret sejauh beberapa meter”, cetusnya

Aksi tersangka berhenti setelah terdengar suara sepeda motor yang melintas disekitar lokasi, dan korban yang merupakan warga Jorong Guguk Gadang, Nagari Padang Magek, Kec. Rambatan itu bertieriak minta tolong.

Karena ketakutan, terangka lalu kabur meninggalkan korban dan sepeda motonya dengan menyebrangi kali.

Guna menghindari kecurigaan keluarganya, karena harus kehilangan sepeda motornya, tersangka lalu membuat sandiwara dengan mendatangi Mapolsek Rambatan dan mengaku menjadi korban perampokan.

Jajaran Polsek Rambatan-pun sempat dibuat terkecoh oleh tersangka, dan langsung menindaklanjuti laporan tersangka  dengan membawa tersangka untuk menunjukan  lokasi perampokan guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Namun sesampainya di TKP, beberapa anggota Polsek Lima Kaum sudah menunggu untuk menangkap Thomson.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, saat ini tersangka meringkuk di sel Mapolsek Lima Kaum. Kapolsek Lima Kaum Iptu. M Zen mengatakan pihaknya menjerat pelaku dengan pasal berlapis yakni, Pasal 53 Jo. Pasal 285 terhadap Pelaku Tindak Pidana Percobaan Perkosaan, Pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan berat, dan UU Pelindungan anak, dengan ancaman max 20 tahun penjara.

Sementara itu, Kapolsek Rambatan AKP Teguh Priyatno juga akan mempertimbangkan untuk menaikan perkara dugaan laporan palsu yang dibuat pelaku di Polsek Rambatan.

“Saat ini biarlah Jajarn Polsek Lima Kaum fokus menangani perkara percobaan pemerkoasaan dan penganiayaannya dulu, untuk dugaan laporan palsunya nanti akan kita pertimbangkan untuk diproses”, tutup Teguh.

Laporan : Tim

Editor : Joni Hermanto

(Visited 439 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!